Liputan Konser Klaten

harianjogja.com KLATENĀ Dua trio musisi yang getol berkomunikasi ala punk dengan para penggemarnya, Superman is Dead (SID) dan Endank Soekamti, Sabtu (22/6/2013), tampil bersama di Stadion Trikoyo, Klaten. Konser dua band punk asal Kuta dan Jogja itu merupakan bagian dari tur Pulau Jawa mereka yang dijadwalkan berlangsung Maret-Juni 2013.

Adalah produk rokok Aroma yang menyeponsori tur konser itu.Aroma Pentas Puasdiusung sebagai tema acara tersebut. Selain SID dan Endank Soekamti, enam band lain disajikan Aroma di 11 kota Pulau Jawa, antara lain Nidji, DBagindas, The Changcuter, Dmasiv, Ridho Roma, Superman is Dead serta Endang Soekamti.

Band-band itu menyambangi Malang, Sidoarjo, Ngawi, Tegal, Kudus, Purwokerto, Salatiga, Magelang, Blora, Jogja dan Klaten. Kota Klaten merupakan kota kesembilan sebelum Magelang dan Blora. Tidak hanya musik rok tapi kami juga menyuguhkan musik dangdut di kota-kota lainnya, kata Sahat Panjahitan, 39, bagian Marketing Communication PT Aroma.

Konser di Klaten itu dimulai pukul 14.00 WIB dengan penampilan Tanpa Batas sebagai band pembuka. Tanpa Batas membawakan beberapa lagu sebelum dilanjutkan Endank Soekamti dan SID. Cuaca mendung yang disusul gerimis tak menyurutkan niat ratusan pengunjung mendatangi lokasi acara.

Dengan berbagai atribut para penggemar Endang Soekamti dan SID berbaur menjadi satu di tengah lapangan. Penampilan Endank Soekamti disambut histeris Kamtiessesebutan bagi penggemarnya. Endank Soekamti membawakan sembilan lagu dan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB.

Setelah Endang Soekamti memuaskan penonton, Stadion Trikoyo kembali bergetar oleh penampilan SID. Sambutan histeris para Outsider dan Lady RosesebutanfansSID, menambah semarak konser sore itu. Lokasi konser yang becek tak menyurutkan para penonton untuk jingkrak-jingkrang menikmati alunan musik punk n roll dari tiga pemuda Poppies Lane, Kuta, Badung, Bali itu.

Konser berjalan lancar. Penonton juga bergoyang dengan tertib meskipun harus berkotor-kotor dengan lumpur. Apresiasi baik kepada penonton pun terlontar dari Endang Soekamti dan SID. Konser berakhir sekitar pukul 17.15 WIB.

Salah satu penonton, Hasan, 18, mengaku terhibur dengan adanya konser tersebut. Meskipun harus basah-basah serta terkena cipratan lumpur, ia tetap menikmati alunan musik yang disajikan oleh para penampil. Acara ini sangat bagus dan menghibur anak-anak muda, kata dia.

Sebar Gratis Video Dokumenter Rock For Kamtis

Kami membawa kabar gembira untuk Keluarga Kamtis diseluruh Nusantara. Mau tau apa kabar gembiranya? Yap! Video dokumenter ‘Rock For Kamtis’ sudah dapat disaksikan gratis di Youtube! tentunya Video ini sudah tidak asing lagi bagi para pemilik Boxset Angka 8. Video ini baru saja kami sebar secara gratis agar semua Kamtis dapat menikmati tanpa ketinggalan sedikit pun!

Sekilas cerita, didalam video dokumenter ini, kami menceritakan secara visual bagaimana kegiatan kami ketika dikarantina selama satu bulan penuh di Fat Bastard Studio. Penasaran seperti apa Video Rock For Kamtis?

TOSS!!