Bisingnya Badai di Krujon Bising

Hari Minggu tanggal 25 Januari lalu, Endank Soekamti mendapatkan kesempatan untuk tampil di Lapangan Krujon, Sragen, dalam event Krujon Bising – The Rock Movement. Yes, kami menjadi salah satu band yang akan membisingkan Lapangan Krujon hari itu. Crew beres soundcheck pukul 13.00 dan langit siang itu cerah banget. Dalam hati, asik nih, Soekamti Day kali ini kayaknya bakal berjalan lancar tanpa kendala cuaca.

Pukul 14.00, crew berangkat menuju venue dan player menyusul pada pukul 14.30, cuaca sudah nggak secerah sebelumnya, bibit-bibit mendung sudah mulai bermunculan di sana-sini. Tiba di venue, seperti biasa kami langsung naik ke stage, menyanyikan mars kamtis dan mulai membisingkan venue. Sampai di lagu ketiga, langit mulai pekat, salah satu orang sound sempat berinisiatif untuk mematikan sound out sebelah kiri, tapi kemudian Erix meminta ke panitia untuk menyalakan kembali sound outnya.

Sampai di lagu Aku Gak Pulang, gerimis mulai turun, tapi kami masih lanjut terus. Kamtis yang datang juga terlihat tetap menikmati lagu-lagu yang kami bawakan di bawah guyuran hujan. Kami lanjut ke lagu berikutnya, dan hujan makin deras, bahkan disertai badai. Kami belum berhenti, tapi selang beberapa menit kemudian, ternyata badai makin parah, seng-seng yang ada di seputaran venue mulai goyang dan siap terbang ke sana-sini. Panggung juga nggak kalah heboh goyangnya, seakan-akan siap roboh kapan aja. Dengan sigap, sound langsung dimatikan semua, kami beserta alat-alat juga langsung diamankan. Kondisi tenda artis sudah nggak karuan, sengnya berterbangan ke mana-mana. Kamtis juga mulai membubarkan diri karena badai semakin kuat.

Kabarnya, road manager kami sempat nangis sambil manggil-manggil Erix dari kejauhan, segitu sayangnya kayaknya. Jadi terharu. 🙂 Singkat cerita, kami semua masuk ke mobil dan langsung dievakuasi kembali ke hotel. Raut muka semua yang ada di mobil itu nggak ada yang enak, semua pada kepikiran sama panitia, kamtis yang datang, semuanya. Sebagian crew masih tinggal di venue untuk membereskan barang-barang yang masih tertinggal. Syukurlah, meskipun badainya cukup hebat dan bahkan sampai membuat panggung hampir roboh, tapi nggak ada korban jiwa karena musibah tersebut. Mungkin alam memang pengen ikut andil dalam membisingkan Lapangan Krujon siang itu. Mohon maaf ya, kami nggak bisa menghibur semua yang sudah datang sampai selesai, semoga kita bisa ketemu lagi secepatnya. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *