Update Kegiatan Pembuatan Album Ke-8 Endank Soekamti di Papua

Kegiatan pembuatan album ke-8 Endank Soekamti yang dilakukan di atas kapal pinisi Kurabesi Eksplorer sambil mengarungi perairan Papua telah memasuki hari-hari terakhir.

Selama lebih dari dua puluh hari ini beberapa kegiatan telah selesai dilaksanakan. Baik itu yang berkaitan dengan proses rekaman album, maupun kegiatan mengajar anak-anak yang tinggal di pesisir Kepulauan Raja Ampat.

Untuk proses rekaman bisa dikatakan telah selesai. Di awali proses rekaman untuk drum yang selesai dalam waktu hanya dua hari, dilanjutkan rekaman bass dalam satu hari, rekaman gitar empat hari, dan rekaman vocal termasuk pembuatan liriknya memakan waktu kurang lebih seminggu.

Mengenai rekaman drum, Erix Soekamti berkomentar, “Ini adalah take drum tercepat yang pernah terjadi selama sejarah rekaman album Endank Soekamti.”

Bagi sang drummer, The Super SAS, ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa karena selain pengalaman rekaman outdoor pertama, juga karena ini adalah rekaman drum tersingkat yang pernah dilakukannya selama berkarir menjadi drummer untuk pembuatan sebuah album.

Sebagai gambaran, dalam waktu dua hari tersebut drummer yang juga dikenal sebagai Tony Soekamti ini mampu menyelesaikan seluruh materi rekaman sebanyak total 14 track.

“Cepatnya proses take drum karena lokasi dan kondisi yang mendukung, sehingga bisa lebih fokus menyelesaikan tanggungjawab ini.” jelas The Super SAS tentang performanya tersebut.

Proses rekaman drum tersebut dilakukan di Teluk Kabui yang tenang, tak terjangkau sinyal selular, dan dikelilingi perbukitan kapur. Sehingga selain sepi karena tak banyak orang berkunjung ke sini, juga nyaris tidak terdengar suara angin yang dikhawatirkan masuk ke microphone.

“Ini pengalaman yang seru! Ternyata hal-hal yang dikhawatirkan, seperti gangguan suara angin dan mesin kapal, tidak terjadi.” komentar The Super SAS.

Awalnya rencana rekaman drum akan dilakukan di dek kapal paling atas, namun karena cuaca yang sering mendung maka proses rekaman dipindah ke ruang tengah kapal Kurabesi Eksplorer.

Kebetulan materi interior ruangan berukuran kurang lebih 5m x 4m dengan tinggi sekitar 2m tersebut terbuat dari kayu sehingga sangat mirip dengan interior studio rekaman.

“Interior ruangan yang terbuat dari kayu ini membuat kualitas akustik ruangan sungguh memuaskan.” komentar Grayce Soba yang menjadi sound engineer pada proses pembuatan album Endank Soekamti ke-8 ini.

Sementara itu untuk proses rekaman lainnya seperti bass, gitar, dan vokal juga tidak mengalami kendala yang berarti.

“Karena kita sudah pernah melakukan rekaman outdoor studio ini dua tahun lalu, termasuk rekaman di atas kapal saat mengerjakan album Soekamti Day.” jelas Dory Soekamti.

Kalaupun ada kendala, itu karena tak jarang tim Endank Soekamti terlalu terpana pada keindahan alam Papua, sehingga konsekuensinya harus bekerja hingga dini hari untuk menyelesaikan deadline yang telah ditentukan bersama.

Walaupun rencana kembali ke Yogyakarta masih 22 Juni mendatang, namun menandai selesainya proses rekaman ini, hari Minggu lalu (11/06) hampir seluruh peralatan untuk proses rekaman termasuk alat-alat musik, sudah dikirimkan kembali ke Yogyakarta.

Namun malam ini, karena mendadak Endank Soekamti mendapat ide baru, mereka mencoba menambah dua track lagi untuk materi album ke-8. Karena peralatan sudah tidak ada, rekaman dilakukan di sebuah studio recording di Manokwari dengan peralatan yang tersedia di sana.

Di luar kegiatan pembuatan album ke-8, Endank Soekamti juga melakukan kegiatan mengajar dan berbagi dengan anak-anak di pesisir Papua Barat, yang telah dilakukan di tiga desa: Wawiyai, Arborek, dan Sawinggrai.

Terima kasih doa dan dukungan semua pihak sehingga kegiatan Endank Soekamti di Papua ini berjalan lancar hingga hari ini.

Sampai Jumpa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *