PROUD TO BE INDONESIAN #DOESTHEMOVIE 2

Setelah lebih seminggu DOES tidak tayang seperti biasanya, Erix Soekamti langsung mempersembahkan film panjang keduanya.

Lokasi pembuatan film ini tidak jauh berbeda dengan lokasi pembuatan film DOES The Movie 1 yang diluncurkan awal tahun lalu, yaitu perjalanan Erix ke Raja Ampat -Papua. Bedanya kali ini Erix bersama Marzuki ‘Kill The DJ’ Mohamad dari Jogja Hip Hop Foundation.

Erix diundang Mbak Rani dari KLM Kurabesi Explorer untuk membuat karya underwater. Karya tersebut nantinya bakal dipamerkan di acara Deep Extreme pada 8-9 Maret 2018.

Pada bagian awal video ini ada kutipan sebuah video yang beredar viral, tentang pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencegah para penyelam untuk menggunakan fin yang bisa merusak karang. Hal tersebut diamini oleh Erix, bahkan ia mengatakan bahwa seorang diver memang tidak boleh memegang apa pun di bawah laut. Bukan hanya akan merusak karang, hal tersebut juga berbahaya bagi keamanan diri.

Di tayangan ini Erix pun membagi tips snorkeling yang baik agar tidak merusak terumbu karang. Erix sempat melakukan cave diving menyusuri goa bawah laut yang bisa langsung menembus ke jellyfish, sayangnya ternyata jalur yang biasa dilewati terkena longsor. Namun mereka bertemu dengan jalur yang lain.

Ini merupakan pengalaman pertama Marzuki melakukan cave diving. Ia pun sempat kehabisan oksigen ketika cave diving. Bahkan Marzuki sempat mengalami Decompression Sickness ringan akibat tidak disiplin pada safety stop-nya.

Memotret dan merekam gambar alam bawah laut tentunya berbeda dengan merekam biasa. Untuk mendapatkan gambar underwater yang terbaik memerlukan tips dan teknis khusus. Bahkan sebaiknya seorang fotografer dan videografer juga harus mengetahui dan mempelajari sifat-sifat ikan. Di sini Erix membeberkan rahasia dan pengalamannya ketika merekam pemandangan dan kehidupan di bawah laut.

Banyak pelajaran yang tidak akan didapat di bangku sekolah di episode ini. Di Papua banyak sekali jejak peninggalan misterius di masa lalu. Jejak-jejak nenek moyang kita sejak 5000 tahun silam. Banyak gambar ikan, penyu, dan lainnya.

Di Raja Ampat juga ada spot yang bersahabat untuk anak-anak, sebelumnya Erix sempat ingin membawa keluarganya ke sini, namun ia berpikir, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh anak-anak, sementara ia sedang asik diving. Namun ternyata anak-anak juga bisa bermain dan bersenang-senang di sini, simak deh keseruannya.

Pada malam hari mereka sempat terkena badai dengan angin yang sangat kencang, arus yang kuat dari arah depan, dan ombak dengan ketinggian sekitar empat meter, kepanikan pun terjadi di dalam kapal Kurabesi, bagaimana cara mereka menghadapinya?

Di Indonesia memang lebih banyak keindahan dan keanekaragaman alamnya, bahkan orang asing sangat iri dengan keindahan yang kita punya. Lewat kameranya, Erix Soekamti mengajak kita untuk mengunjungi tempat-tempat yang istimewa, di negeri kita sendiri, Indonesia.

Semua kisah berdurasi satu jam lebih tersebut dikemas dan disuguhkan apik oleh Erix Soekamti di kanal YouTube-nya.

Memang karena ini ditayangkan di YouTube, setiap orang dapat dengan bebas mengaksesnya tanpa harus membayar. Akan tetapi kepada para penonton, Eris Soekamti menekankan bahwa film ini tidak gratis, karena para penonton diminta berdonasi ke Rek Mandiri 1300013565166 a/n Endang Kurniawan untuk pembangunan kampus DOES University.  Donasi tersebut digunakan untuk pengembangan gedung baru berikut sarana dan prasarananya guna mendukung kelancaran dan efektivitas kegiatan belajar mengajar. Info lebih lengkapnya  silahkan hubungi 082240114321 atau email [email protected]. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *